Berwisata Sambil Memetik Buah Salak Aceh

Berwisata Sambil Memetik Buah Salak Aceh

Berwisata Sambil Memetik Buah Salak Aceh
Berwisata Sambil Memetik Buah Salak Aceh
Berwisata Sambil Memetik Buah Salak Aceh
Berwisata Sambil Memetik Buah Salak Aceh
Berwisata Sambil Memetik Buah Salak Aceh
Berwisata Sambil Memetik Buah Salak Aceh

Berkunjung ke Saree Lembah Seulawah tidak lengkap jika belum mengunjungi kebun salak Pak Zaini. Berwisata sambil memetik buah salak tentunya punya sensasi tersendiri.

Bayangkan saat kita sudah berada dalam hamparan kebun salak yang sudah produktif. Terlebih selama ini tanaman salak masih jarang berhasil dibudidayakan oleh petani di Aceh.

Salak merupakan buah lokal Indonesia yang selaman ini dinilai kurang berpotensi untuk ditanam di Aceh. Namun anggapan tersebut tidak berlaku bagi Zaini (52). Petani yang serba bisa ini berasal dari Gampong Prada, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Sebelumnya bertani salak. Zaini pernah bekerja diberbagai perusahaan besar. Bosan jadi karyawan, ia pun beralih profesi menjadi petani. Bapak dengan tiga anak ini mantap dan memilih salak jadi tanaman utama di kebun miliknya yang berlokasi di Gampong Suka Damai, Dusun Suka Makmur, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.

Salak yang berhasil dibudidayakan di kebun Zaini antara lain salak madu, salak pondoh,  dan salak gadeng. Bibit salak ini awalnya ia beli di Sleman Yogyakarta.

Zaini mengaku kerap menjadi bahan ejekan masyarakat setempat, bahkan lebih ekstrim lagi ia dianggap sudah tidak waras alias gila oleh masyarakat setempat. Warga sekitar memandang sinis atas pilihan tanaman salak. Mereka beranggapan salak tidak bisa dikembangkan di kawasan Saree Lembah Seulawah.

Di lahan lebih kurang setengah hektar itu, ternyata Zaini berhasil mengembangkan dan menghasilkan buah salak yang super manis dan rasanya memang berbeda dengan buah salak dari daerah lain pada umumnya.

Hanya bermodal nekat, kini bapak tiga orang anak ini bisa memetik manisnya hasil perjuangan selama ini. Zaini pun bisa tersenyum lebar atas keberhasilannya dalam membudidayakan pohon yang penuh dengan duri tajam pada batang dan pelepah tersebut.

Sudah banyak warga Kota Banda Aceh dan Aceh Besar mengunjungi kebun miliknya. Jika sudah dekat masa panen, masyarakat dari berbagai daerah juga ikut memesan lebih awal salak yang ia kembangkan”

Safrijal contohnya. Pengusaha sekaligus penyuka buah salak asal Banda Aceh ini menuturkan kekagumannya kepada Zaini yang sangat ulet dan terampil dalam membudidayakan pohon salak.

Safrizal selalu memesan buah salak dari kebun milik Zaini. Ia dan teman-temannya sering mengunjungi kebun yang ada dikaki gunung seulawah ini.

“Salak madu dan salak gadeng adalah terpaforit. Rasanya benar-benar sangat manis dan aromanya juga beda dari salak yang dijual di pasaran,” katanya.

Menurut Zaini, ia memilih pohon salak jadi tanaman utama di kebunnya karena merasa tertantang dengan tanggapan masyarakat yang menganggap sepele terhadap tanaman satu ini.

Berkat hobi membaca, ia terus belajar mengulik buku-buku tentang pertanian dan perkebunan terutama tentang pohon salak.

“Punya semangat pantang menyerah menjadikan saya selalu merasa tidak punya beban atas omongan masyarakat,” ujar lelaki berkulit sawoe mantang ini.

Saat ini ia ikut mengajak masyarakat sekitar untuk menanam pohon salak. Karena ia juga ingin berbagi dengan masyarakat petani yang ingin menanam dan produktif.

“Saya juga berharap semua petani harus produktif dan tidak duduk diam di rumah,” ujarnya.

Zaini bercita-cita suatu saat nanti masyarakat di Lembah Seulawah mendapatkan pemasukan ekonomi yang lebih besar lagi lewat budidaya pohon salak.

“Tidak ada yang tidak mungkin selagi kita mau berusaha. hiar dan berdoa, pasti kita akan mendapatkan hasil akhir yang sempurna,” ucap Zaini.

Selain tertata rapi, kebun salak milik Zaini kini juga menjadi tempat destinasi wisata buah terbaru di Aceh. Pemandangannya yang indah, hawa yang sejuk mengajak para pengunjung betah berlama-lama di kebun Zaini.Rugi jika Anda belum pernah mengunjungi kebun salak madu milik Pak Zaini. Apalagi dengan membawa keluarga dan orang tercinta.

Anda tertarik? Ayo jadwalkan waktu luang Anda untuk bekunjung ke kebun salak Pak Zaini di Saree Lembah Seulawah.