Lokan Badaruk Kuliner Khas Asal Singkil

Lokan Badaruk Kuliner Khas Asal Singkil

Lokan Badaruk Kuliner Khas Asal Singkil

Aceh Singkil memiliki kuliner unik yang terbuat dari olahan lokan atau sejenis kerang yang hidup di bantaran sungai rawa singkil. Makanan itu ialah lokan badaruk (lokan krispi).

Lokan termasuk salah satu spesies kerang lumpur, yang banyak hidup di daerah pesisir. Bedanya dengan kerang, ukuran lokan sedikit lebih besar dan berdaging lebih tebal.

Rata-rata biasanya para penikmat lokan menyantapnya dengan variasi olahan seperti di rendang, gulai, goreng hingga di sate. Namun, akhir-akhir ini warga sekitar mengembangkan dengan cara di goreng dengan campuran tepung.

Kuliner lokan badaruk ini awalnya dikembangkan oleh warga sekitar, agar menjadi satu produk khas dari tanah Syekh Abdur-Rauf As Singkili. Apalagi bahan baku lokan badaruk selalu melimpah dan tidak pernah putus.

Seorang pelaku home industri pembuatan lokan badaruk, Herman menyebutkan, produk makanan itu sudah dilakoninya sejak 2018 lalu. Awalnya, ia hanya coba-coba untuk membuat varian baru untuk bisa menyantap lokan lebih lama.

Selama ini, lokan yang dihidangkan dengan cara di rendang ataupun di gulai hanya akan bertahan 2 hingga 3 hari, setelah itu akan basi. Sehingga dinilai kurang efektif apabila dijadikan cendramata bagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh Singkil.

Apalagi lokan yang berukuran kecil tidak diminati warga. Sehingga Herman berinisiatif membeli lokan ukuran kecil itu dari pedagang untuk dibuat olahan yang bernilai ekonomis.

Berawal dari situ, Herman mengolah lokan dengan cara digoreng setengah matang, lalu dikeringkan. Setelah minyak meresap, lokan dilumuri dengan adonan tepung hingga merata, lalu di goreng kembali.

Hasil akhir dari penggorengan lokan tersebut membuat makanan dari spesies hewan bercangkang keras itu lebih renyah seperti namanya badaruk atau krispy. Dia meyakini, lokan badaruk bisa bertahan hingga satu minggu lebih dan dinilai cocok dijadikan cendramata bagi wisatawan yang menempuh perjalanan jauh ke kampung halamannya.

“Kalau olahan seperti ini lebih tahan lama, sehingga lokan krispy ini cocok dijadikan oleh-oleh. Alhamdulillah lokan badaruk ini sudah jadi oleh-oleh khas dari Aceh Singkil,” kata Herman.

Lokan badaruk yang dikembangkan Herman ternyata laris manis di pasaran. Ia bisa memproduksi lokan badaruk perharinya mencapai 10 kilo per hari, dan menjualnya mulai harga Rp 20 ribu dalam kemasan kecil hingga per kilonya sekitar Rp 220 ribu.

Bahkan lokan badaruk sudah merambah pasar kuliner Belanda dan Arab Saudi. Meski pengiriman belum rutin, Herman yakin kuliner Aceh Singkil itu bisa bersaing dengan kuliner yang memiliki nilai ekspor.

“Pernah ada peminat dari Belanda juga Arab Saudi, tapi belum rutin. Kalau pasar dari Nusantara sudah mulai ada peminat,” ujar Herman.

Untuk di Aceh Singkil, lokan badaruk yang sudah dalam kemasan juga sudah tersedia di berbagai minimarket, jadi peminat tidak kesulitan untuk mencarinya.

Lokan Badaruk juga termasuk ke dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2022 dalam kategori makanan tradisional. Masyarakat bisa langsung memberikan dukungan lewat SMS dengan cara ketik API 1F dan kirim ke 99386.

Kemudian masyarakat juga bisa memberikan dukungan suara atau vote lokan badaruk melalui akun Instagram @ayojalanjalanindonesia, Youtube Channel APIaward, Facebook @API Award.

Kemudian masyarakat juga bisa memberikan dukungan dengan cara like dan comment dukungan di video promosi Lokan Badaruk yang sudah diunggah di YouTube Channel APIaward. Dukungan akan dihitung berdasarkan jumlah rata-rata view, like dan comment.