Agrowisata di Aceh

Agrowisata di Aceh

Agrowisata di Aceh
Agrowisata di Aceh
Agrowisata di Aceh
Agrowisata di Aceh

Membangun harapan dan mimpi bersama kamiKITA, sebuah upaya yang digagas untuk menyikapi pandemi Covid-19 di tahun 2020 dan tetap dapat bertahan dalam masa ketidakjelasan kapan pandemic ini akan berakhir. Sejak awal virus covid-19 mewabah di indonesia, Yayasan Sumber Utama yang selama ini fokus pada pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga (Financial Litercy Training) mulai memikirkan upaya lain yang dapat menjadi cara untuk bertahan dimasa sulit. Pengurus Yayasan didukung oleh beberapa penggerak organisasi masyarakat sipil dan individu lainnya dengan berbagai latarbelakang keahlian, menginisiasi suatu gerakan bersama yang diberinama kamiKITA Community Centre sebagai ruang untuk membangun mimpi jadi kenyataan.

Salah satunya yang sudah terwujud selama pandemic, berhasil menyulap lahan terbengkalai ditengah kota menjadi area pertanian (urban farming). KamiKITA berlokasi di Jalan Laksamana 21, Gampong Mulia Kecamatan Kuta Alam Kota Banda aceh. Kini kamiKITA dipadati para pengunjung warga kota Banda Aceh dan menjadi salah satu lokasi wisata terbaru yang berbasis agro. 

Areal kamiKITA dengan luas kurang lebih 50X30 meter, didominasi dengan tanaman sayuran seperti sawi, tomat, kacang panjang, terong hingga strawberi dan banyak jenis sayuran lainnya. Sayuran ini diselingi dengan bunga-bunga untuk menyediakan sumber makan utama bagi lebah yang juga dibudidaya. Ploting area didesain seapik mungkin, hingga pengunjung dapat dimanjakan matanya dengan sayuran yang hijau-hijau segar. KamiKITA juga ideal menjadi tempat edukasi tentang keseimbangan alam dan lingkungan bagi anak-anak juga emak-emak dan anak muda milenial.

Personil kamiKITA juga memproduksi pupuk kompos yang bahannya dikumpulkan dari limbah rumah tangga warga gampong mulia dan dari pembersihan lahan terbengkalai diwilayah Banda Aceh, melalui program Peugleh Gampong (Membersihkan Gampong). Sampah organik yang dikumpulkan tersebut, didaur ulang melalui permentasi hingga bisa digunakan kembali untuk keperluan campuran pada media tanam. Sampah rumah tangga diolah menjadi kompos yang menghasilkan jalur pendapatan lain dalam proyek urban farming ini.

Henny, pengurus Yayasan yang selama ini juga mengkoordinir langsung semua pengembangan proyek di kamiKITA mengatakan, ide membangun kamiKITA tidak hanya pada produk urban farming dan kompos, tapi juga mengharapkan ini menjadi cara untuk mengedukasi masyarakat terutama disekitar kamiKITA dan masyarakat kota Banda Aceh yang datang berkunjung.

Memang benar masyarakat bisa datang ke kamiKITA untuk beli sayuran dengan cara memetik langsung dari kebun kamiKITA, yang ditanam secara organik dengan kompos yang diolah langsung dikamiKITA. Tapi tujuan besarnya adalah memotivasi mereka untuk mulai menanam kebutuhan sayuran di rumah masing-masing dan mulai dapat mengubah cara pandang terhadap sampah.

Berharap makin banyak orang yang setuju dan terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah, untuk mengurangi pencemaran lingkungan agar dapat menjaga kebersihan yang akan berdampak pada kesehatan. Jika dikelola dengan pendekatan bisnis maka akan memberi keuntungan financial dan meningkatkan penghasilan.

Kedepan kamiKITA akan mencoba mengembangkan upcycle yaitu barang bekas yang diperbaiki dan diubah agar ada penambahan nilai pada barang tersebut, punya fungsi baru yang lebih baik dan dapat digunakan lagi.

Selain proyek kamiKITA, Yayasan juga mengembangkan pelatihan pengelolaan keuangan keluarga dan pengelolaan bisnis dasar, yang selama ini sudah menyelenggarakan pelatihan di berbagai tempat termasuk di universitas di Banda Aceh. Dan penyediaan lapangan olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh anak muda, agar mereka tidak terjebak pada kegiatan-kegiatan negative yang merugikan.

Selain menawarkan pemandangan hamparan sayuran dari berbagai macam varian, di lokasi ini juga sudah berdiri coffee shop yang menyediakan pilihan menu minuman berbahan dasar kopi arabica gayo. Setiap pengunjung dapat santai ngopi berbagai varian sambil memperhatikan para petani urban mengolah tanah dan memelihara tanaman, menikmati tanaman sayuran segar dan organik dan melihat anak-anak puas bermain dengan alam sambil belajar.